tanahindie | seni rupa
38
archive,tag,tag-seni-rupa-2,tag-38,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Membuat foto dokumenter butuh waktu lama dan pendekatan yang panjang. Vonny Harnanelly ingat, ketika berusaha memotret Bu Subaedah dan tiga cucunya dalam keadaan tidur, ia harus menginap di rumah keluarga tersebut. Perempuan berjilbab itu lantas mengendap jam dua dini hari dan memotret. Jadilah satu adegan berlatar...

[caption id="attachment_988" align="aligncenter" width="448"] Suasana pembukaan Makassar Biennale 2015 di Societeit de Harmonie. (Foto: Dokumentasi Tanahindie)[/caption] Suasana Gedung Kesenian Makassar masih lengang ketika saya sampai di sana. Sekitar sejam lagi acara pembukaan akan dimulai jika sesuai jadwal. Pelan-pelan, semakin banyak orang berdatangan. Panitia pelaksana masih ada...

“Film jadi pemicu interaksi tatap muka” Penggiat film Amerika Serikat, Jon Reis berkeliling dunia selama tiga tahun. Ia berburu seni graffiti di lima benua. Dari New York, London, Amsterdam, Paris, Rio de Janiero, Tokyo, hingga Cape Town. Melakukan wawancara dengan seniman dinding yang kebanyakan bergerak ‘di...

membaca ulang sejumlah ‘halaman’ yang dilupakan selama ini di dalam ‘buku’ bernama kota. Dari jarak sekitar seratus meter, tampak beberapa rumah panggung berjejer. Dindingnya berbahan papan dan seng. Tiangnya setinggi dua meter. Selain di tanah, ada juga rumah yang berdiri di atas air, dan dihubungkan dengan...

Pameran foto bertajuk "Lembaran Halaman yang Hilang" berlangsung di Kampung Buku, Jalan Abdullah Daeng Sirua 192 E, Makassar pada 27-30 Maret 2014. Ekshebisi ini akan menampilkan karya dari Sofyan Syamsul yang dikurasi oleh Anwar Jimpe Rachman. Dalam sesi diskusi pameran pada 28 Maret pukul 19. 30...

(Tinjauan Kritis atas Strategi Artistik Penciptaan Seni) Dunia seni telah menjadi kompetitif dan eksploitatif, dan bahwa fokus di dunia seni hanyalah pencarian keuntungan. Tidak hanya ini, untuk membatasi ekspresi artistik, mereka mengabaikan perhatian penting seni, yaitu estetika dan etika. - Suzi Gablik [caption id="" align="aligncenter" width="409"] Big...