tanahindie | Modul Pendidikan Politik Warga GTM
16673
page-template-default,page,page-id-16673,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Modul Pendidikan Politik Warga GTM

 

Penulis

 

Pdt. Dr. Abialtar Pappalan, M.Th., (Abt); Pdt. Cory Pakondo, S.Th., Kons., (CP); Pdt. Drs. David, M.M., (Dvd); Pdt. Demianus, M.Th., (Dmn); Pdt. Jeirry Sumampow, S.Th., (JS); Pdt. Juniarti Ewanan Palulungan, M.Th., Kons., (JEP); Pdt Kurniawati, S.Th, M.Min., (Krn); Pdt. Makmur, M.Si.Teol., (Mmr); Pdt. Marselius Samad, M.Th., M.Pd.K., (MS); Pdt. Murni Megah Tarupay, S.Th., M.Min., (MMT); Pdt. Stepanus, S.Th., M.Pd.K., M.Si., (Stp); Pdt. Yispan, M.Th., (Ysp); Pdt. Dr. Yosia Polando Ressa, M.Si.Teol., (YPR); Pdt. Yulindra Eysentia, M.Th., (YE); Pdt. Yunira Yanti, M.Th., (YY)

 

Editor

Pdt. Makmur, M.Si.Teol

Pdt. Stepanus, M.Pd.K., M.Si.

Pdt. Dr. Yosia Polando Ressa, M.Si.Teol.

 

Cetakan 1, Desember 2025

15,5 x 26,5 cm

vi + 230 hlm

ISBN: XXX-XXX-XXXXX-X-X

Dalam setiap narasi sejarah bangsa-bangsa, termasuk Indonesia, peran institusi keagamaan seringkali menjadi pilar moral dan etika yang membentuk karakter masyarakat. Gereja, sebagai salah satu entitas keagamaan, tidak dapat mengisolasi diri dari realitas sosial dan politik bangsanya. Sebaliknya, keterlibatan aktif gereja dalam ranah politik, bukan dalam konteks partisan atau perebutan kekuasaan sempit, melainkan sebagai wujud panggilan iman, adalah suatu keniscayaan yang harus terus digali dan diperbarui pemahamannya.

Tulisan ini berupaya mengelaborasi mengapa keterlibatan gereja dalam politik adalah sebuah panggilan yang mendalam, menelaah konteks demokrasi kontemporer, merefleksikan posisi gereja di Indonesia, dan belajar dari gagasan tokoh inspiratif Dietrich Bonhoeffer, sembarimenawarkan kerangka pemahaman mengenai politik gereja sebagai politik moral.