tanahindie | [Download eBook] Gerakan Literasi Sekolah SLB di Tiga Kota Sulawesi
16282
post-template-default,single,single-post,postid-16282,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

[Download eBook] Gerakan Literasi Sekolah SLB di Tiga Kota Sulawesi

Gerakan Literasi Sekolah SLB di Tiga Kota Sulawesi 

©Tanahindie

Kontributor & Peneliti-Fasilitator Achmad Teguh Saputro, Aisyah Gaffar, Alfrits Eefer Bujung, Anni Rita Gahung, Anwar Jimpe Rachman, Aziziah Diah Aprilya, Fakhiha Anugrah Prastica, Fauzan Al Ayyuby, Femmy G Rumampuk, Haerun AT, Ibrahim, Masje Fin Takaredas, M. Idham Andra, Rafsanjani, Selvy Anggriani Syarif, Sendra Fransje Ampow, Wilda Yanti Salam

Penyunting Anwar Jimpe Rachman

diterbitkan oleh Tanahindie Press bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Edisi Pertama, Januari 2019 | ISBN 978-602-53747-1-5 | Dimensi: 142 hlm / 15 x 21 cm

GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan semua warga sekolah (guru, peserta didik, orang tua atau wali murid) dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan untuk ikut mengembangkan literasi dalam pengertian luas. Keberadaan pusat dan kantong literasi yang bermutu dipandang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PKLK.

Pendampingan GLS ini dimaksudkan untuk: [1] memberdayakan GLS PKLK di level provinsi agar berkreativitas dan inovasi dalam memberdayakan kegiatan GLS PKLK; [2] melaksanakan kegiatan GLS PKLK melalui aneka kegiatan yang dapat mendukung budaya literasi PKLK di masyarakat; [3] menstimulasi pusat-pusat dan kantong literasi untuk meningkatkan layanan literasi berupa materi, media, strategi pembelajaran, dan evaluasi dalam meningkatkan mutu layanan; [4] memetakan kegiatan GLS di daerah; [5] mengevaluasi kegiatan GLS.

Kami merekam perkembangan GLS di setiap kota, dengan mendatangi langsung beberapa sekolah yang melaksanakan, baik secara formal ketika GLS sudah dicanangkan sebagai program maupun yang sudah melaksanakan agenda serupa ketika belum bernama GLS.

Kami menurunkan tim peneliti yang berbeda di tiap kota yang merekam video, melakukan sejumlah wawancara mendalam (indepth interview), dan diskusi kelompok terarah (focus group discussion, FGD). Kami mewawancarai para guru yang memiliki dedikasi tinggi menjalankan GLS di sekolah masing-masing dan para pihak yang terkait dengan program ini. Semua itu kami jadikan sebagai tulisan naratif dengan bahasa yang dapat ‘dijangkau’ semua kalangan.

Download eBook: bit.ly/TigaKotaSulawesi atau www.tanahindie.org/arsip/pdf/

Baca via Issuu.com: www.issuu.com/tanahindie

No Comments

Post A Comment