tanahindie | Ramuan di Segitiga Wallacea: Siasat Pengobatan Warga Selat Makassar, Laut Flores, hingga Teluk Cendrawasih
16381
post-template-default,single,single-post,postid-16381,single-format-standard,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode-content-sidebar-responsive,qode-theme-ver-10.0,wpb-js-composer js-comp-ver-4.12,vc_responsive

Ramuan di Segitiga Wallacea: Siasat Pengobatan Warga Selat Makassar, Laut Flores, hingga Teluk Cendrawasih

Warga tetap merebakkan harapan kendati obat modern virus COVID-19 belum ditemukan. Mereka membuka kembali memori dan warisan kekayaan-kekayaan pengetahuan yang mereka peroleh dari sesepuh mereka; mulai yang diminum, lainnya diiris dan diremuk agar menguarkan bau yang disebut bisa menangkal virus, sampai yang dicampur di dalam sajian makanan. Seluruh bahannya diambil dari alam.

Dalam pandangan jagat kesehatan modern yang dibangun dari struktur yang diuji, bermakna pasti, bisa ditakar dan terukur, contoh-contoh apa yang dilakukan warga tadi masih tampak dianggap memiliki karakter yang berlawanan dengan sains modern.

Dalam buku inilah terpapar siasat-siasat penyembuhan warga, kesemuanya hasil penelisikan lapangan oleh enam tim selama tiga bulan di enam wilayah yang tersebar di kawasan Selat Makassar, Laut Flores, dan Teluk Cendrawasih. Cara-cara inilah yang mungkin kita bisa sebut menciptakan harapan–semacam teater penyembuhan.

No Comments

Post A Comment